Pembuatan Karagenan dari Rumput Laut Eucheuma Cottonii Menggunakan Metode Ekstraksi dengan Variasi Konsentrasi Pelarut KOH

Authors

  • Muhammad Arham Yunus Program Studi D3 Analisis Kimia, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Indonesia
  • Nurfiansyah Program Studi D3 Analisis Kimia, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Indonesia
  • Fadhia Zahra Sahira Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Indonesia
  • M. Nur Fahresya Ananda S Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Indonesia
  • Nur Iklil Aflah Ansar Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Indonesia
  • Sry Ayu Lestari Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Indonesia
  • Suci Rahmadani Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53696/venn.v5i2.410

Keywords:

Extraction, Eucheuma Cottonii, FAO, KOH, Carrageenan

Abstract

Karagenan adalah hidrokoloid yang diekstraksi dari jenis rumput laut merah Eucheuma cottonii menggunakan larutan alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi KOH (0,6 N, 0,8 N, dan 1 N) terhadap rendemen dan karakteristik fisikokimia karagenan yang dihasilkan melalui metode ekstraksi pada suhu 85°C selama 100 menit. Parameter yang diuji meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, viskositas, dan analisis FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi KOH 0,6 N menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 21,82%, kadar air 11,60% (memenuhi standar FAO), kadar abu 22,76% (masih dalam kisaran FAO yaitu 15–40%), serta viskositas 2 cP. Analisis FTIR mengonfirmasi bahwa karagenan yang dihasilkan adalah tipe kappa, ditandai dengan adanya gugus ester sulfat (1234–1283 cm⁻¹), 3,6-anhidrogalaktosa (922–923 cm⁻¹), dan galaktosa-4-sulfat (833–840 cm⁻¹). Oleh karena itu, konsentrasi KOH 0,6 N direkomendasikan sebagai konsentrasi optimal untuk ekstraksi karagenan dari Eucheuma cottonii.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustang, Mulyani, S., & Indrawati, E. (2021). Budidaya Rumput Laut Potensi Perairan Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan. Pustaka Almaida.

Andriyono, S., Arief, M., Ulfah, M. 2022. Karakteristik Karaginan Rumput Laut Eucheuma cottonii Hasil Ekstraksi dengan Kalium Hidroksida (KOH). Jurnal Perikanan, 12(2): 128-137.

Aris, S. E., Jumiono, A., & Akil, S. (2020). Identifikasi Titik Kritis Kehalalan Gelatin. Jurnal Pangan Halal, 2(1), 17-22.

Bono, Awang, Anisuzzaman, S. M., & Ding, Ong Wan. (2014). Effect of process conditions on the gel viscosity and gel strength of semi-refined carrageenan (SRC) produced from seaweed (Kappaphycus alvarezii). Journal of King Saud University - Engineering Sciences, 26(1), 3-9

Desiana, E., & Hendrawati, T. Y. (2015). Pembuatan Karagenan dari Eucheuma cottonii dengan Ekstraksi KOH Menggunakan Variabel Waktu Ekstraksi. Prosiding Semnastek.

Hidayah, R., Harlia, G., & Safar, A. (2013). Optimasi Konsentrasi Kalium Hidroksida pada Ekstraksi Karagenan dari Alga Merah Kappaphycus alvarezii Asal Pulau Lemukutan. Jurnal Kimia Khatulistiwa, 2(2), 75-82.

Junaidi, L., Hutajulu, T. F., Sudibyo, A., Lestari, N., & Aviana, T. (2018). Pengaruh Konsentrasi KOH dan Waktu Alkalisasi Serta Umur Panen Kappaphycus alvarezii Terhadap Karakteristik Mutu Karagenan Murni. Indonesian Journal of Industrial Research, 35(1), 20-28.

KKP. (2023). Profil Pasar Rumput Laut Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Nosa, S. P., Karnila, R., & Diharmi, A. (2020). Potensi kappa karaginan rumput laut (Eucheuma cottonii) sebagai antioksidan dan inhibitor enzim α-glukosidase. Berkala Perikanan Terubuk, 48(2), 112-118.

Panggabean, J. E., Dotulong, V., Montolalu, R. I., Damongilala, L. J., Harikedua, S. D., & Makapedua, D. M. (2018). Ekstraksi Karagenan Rumput Laut Merah Kappaphycus alvarezii dengan Perlakuan Perendaman dalam Larutan Basa. Media Teknologi Hasil Perikanan, 6(3), 65-70.

Samodra, A.B., Montolalu, R.I., Mentang, F. 2024. Korelasi Konsentrasi Alkali, Waktu Perendaman, Waktu Ekstraksi dan Suhu Ekstraksi dengan Kekuatan Gel dan Kemurnian Karagenan dari Rumput Laut Eucheuma cottonii. Media Teknologi Hasil Perikanan, 12(2): 145-153.

Sanger, G., Kaseger, B. E., Rarung, L. K., & Damongilala, L. (2018). Potensi beberapa Jenis Rumput Laut sebagai Bahan Pangan Fungsional, Sumber Pigmen dan Antioksidan Alami. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 21(2), 208-217.

Sari, N. W., Fajri, M. Y., & Wilapangga, A. (2018). Analisis Fitokimia dan Gugus Fungsi dari Ekstrak Etanol Pisang Goroho Merah. Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity, 2(1), 15-22.

Siregar, R. F., Santoso, J., & Uju. (2016). Karakteristik Fisiko Kimia Kappa Karagenan Hasil Degradasi Menggunakan Hidrogen Peroksida. JPHPI, 19(3), 256-257.

Song, C., You, Y., Wen, C., Fu, Y., Yang, J., Zhao, J., Song, S. 2023. Characterization and Gel Properties of Low-Molecular-Weight Carrageenans Prepared by Photocatalytic Degradation. Polymers, 15(3): 602.

Towle, G. A. (1973). Carrageenan in Handbook of Water-Soluble Gums and Resins. McGraw-Hill.

Yunus, M. A., Hasan, F., Nawir, Y. N., Yunita, I., Madina, N., & Pratiwi, A. (2026). Optimasi Konsentrasi KOH pada Ekstraksi Karagenan dari Rumput Laut Eucheuma cottonii. Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya, 12(1), 50-57.

Downloads

Published

26-02-2026

How to Cite

Yunus, M. A., Nurfiansyah, Sahira, F. Z., M. Nur Fahresya Ananda S, Ansar, N. I. A., Lestari, S. A., & Suci Rahmadani. (2026). Pembuatan Karagenan dari Rumput Laut Eucheuma Cottonii Menggunakan Metode Ekstraksi dengan Variasi Konsentrasi Pelarut KOH. Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences, 5(2), 286–292. https://doi.org/10.53696/venn.v5i2.410